Thursday, September 27, 2018

Pemerintah Fobia terhadap agama Islam


Jangan menghakimi privasi beragama sebab agama adalah pondasi dlm suatu negara ketika privasi beragama ingin diintimidasi lewat aturan maka sebuah negara tak akan aman karena aturan menyinggung bathin atas keyakinan dan praktik beragama sehingga besar kemungkinan akan melakukan perlawanan demi mempertahankan praktik beragama,

Akhir-akhir ini isu yg mencuat di tengah masyarakat pada umumnya yaitu tentang sebuah aturan mengecilkan suara adzan, ketika aturan ini benar-benar mau diterapkan dalam kehidupan beragama khusunya penganut yang beragama islam (Muslim). Seakan-akan para penguasa sangat phobia terhadap orang-orang islam.

Kenapa takut dengan suara Adzan, karena hanya golongan-golongan bangsa iblis, jin, dan setan yang takut terhadap suara adzan, ketika manusia phobia terhadap suara adzan maka eksistensinya sebagai manusia patut dipertanyakan, dan ideologi yang dianut nya.

Pada hal hak mengpraktikan keyakinan beragama sudah diatur oleh UUD 1945, mengenai hak toleransi juga dalam menjalankan kepercayaan beragama sudah diatur juga. pemerintahan sekarang banyak sekali kerancuan terhadap sistem toleransi. Sebenarnya pemerintah mau mengadu domba agar terjadi perpecahan, dan atau ada konsipirasi tertentu yang mau dijalankan..? Entahlah.

Merosotnya sistem toleransi sangat mengancam kehidupan sosial dan bersmasyarakat, Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi Paramadina (PUSAD Paramadina) Ihsan Ali Fauzi mengatakan Jokowi gagal menjamin kebebasan beragama pada satu tahun pemerintahannya. Peristiwa pembakaran mushalla di Tolikara dan pembakaran gereja di Singkil Aceh merupakan bukti yang tak bisa dibantah. “Hak sebagai warga negara dan hak untuk beribadah itu didiskriminasi,”

Dari berbagai peristiwa yang kemudia terjadi selama kempimpinan jokowi_JK maka pantaslah masyarakat melakukan gerakan ganti presiden 2019, karena masy. Sudah bisa menilai banyak kegagalan selama pemerintahan jokowi_jk. Mulai dari persoalan Diskriminasi agama,  Ulama_Ulama di intimidasi.

Pertanyaan saya sebagai orang islam, kenapa begitu risih terhadap orang yang menjalan keyakinan beragama khusus agama islam.
Oleh sebab itu kaum penguasa atau pemerintah jangan membuat aturan yg bermacam-macam demi kepentingan personal, dan atau kelompok kalau masih berharap tentang sebuah perdamaian di suatu negara.

Satukan rakyat lewat sebuah keadilan, satukan umat beragama lewat toleransi, dedikasi rakyat lewat pendidikan moral agar bangsa bermartabat.

Junjung tinggi persatuan lewat kebersamaan, tingkatkan nilai etika agar nilai-nilai luhur terpancar ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Komunikasi vertikal dan horizontal antar penguasa dan rakyat adalah salah satu hal untuk membentuk kedamaian ditatanan sosial, Budaya. Agar tidak terjadi kegaduhan ditengah kehidupan bermasyarakat.



Ketegasan pemerintah adalah menciptakan keadilan, sebagai suara kekuasaan, demi menjaga persatuan umat agama.

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Berkomentar dengan Bijak, Sesuai dengan Topik Pembahasan, Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Blog Saya.

https://informasidanpendidikankesehatan.blogspot.com/Kemiskinan itu bukan semalam tanpa makan tetapi sehari tanpa berpikir.